Pendakian ini dimulai dari gagasan seseorang bernama iqbal a.k.a. ipung, yang sebelumnya telah melakukan pendakian bersama norman a.k.a. namron di kesempatan sebelumnya.
Bersama grup bernama Kelompok Bunga Matahari yang terbentuk dari kegiatan kelompok belajar pada Universitas Airlangga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen di setiap Mata Kuliahnya yang terdiri dari Rahmat a.k.a. Mbleh, Aji, Rizky a.k.a. ees, sophian a.k.a. hobbit, roni a.k.a. oon. Perjalanan dimulai dari Sidoarjo tepatnya rumah ees, yang seharusnya dimulai dari pukul 16.00 WIB molor hingga pukul 21.00 WIB (parah jam karetnya eui). Hal ini dikarenakan iqbal gagal pulang lebih cepat pada tanggal 31 Desember 2013, diperparah dengan hobbit yang tidak mau diajak bekerjasama, sehingga terjadi miss komunikasi. Tepat pukul 21.00 gas pun mulai dipacu dengan kencang melewati desa Mojosari, tepat pukul 22.30 kami sampai di warung bu Indah tempat parkir dan pos perijinan pendakian.
Disana namron dan widya telah menunggu kami sejam yang lalu. Sebelum pendakian tak lupa kami berdoa terlebih dahulu agar pendakian kali ini dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan. Dengan semangat 45 kami pun berjalan sambil berbagi cerita, karena sudah sangat lama kami tidak bertemu lagi sejak wisuda. Saking asiknya bercerita kami pun keblabasan melewati jalur track pendakian, sehingga kami tersesat. Ipung dan Namron yang menyadarinya langsung berhenti dan memastikan kebenaran track yang dilewati. Tak lama kemudian datang pendaki dari Bandung yang ternyata juga melewati track kami (wwkwkw memang jalur pendakian di awal pendakian sangat rawan tersesat karena banyak sekali jalan bercabang, apalagi jika pendakian dilakukan malam hari). Alhamdulillah setelah dilacak oleh para pendaki dari Bandung akhirnya kami menemukan track yang benar, dan kita pun berangkat bersama-sama. Tepat pukul 24.00 kami pun berhenti sejenak menikmati keindahan pemandangan yang bertabur kembang api, sedangkan teman kita dari Bandung terus melanjutkan pendakian meninggalkan kami. Benar-benar suatu pengalaman yang belum pernah kita rasakan. Menyaksikan kembang api dari atas gunung merupakan pengalaman pertama bagi kita semua, benar-benar menakjubkan. DOR!! DOR!! DOR!! Ternyata salah satu teman kami Aji juga meletuskan kembang api yang dibawanya dari rumah sehingga mengagetkan kita semua yang sebelumnya tidak menyangka bakal ada yang membawa dan menyalakan kembang api di perjalanan pendakian hahaha. Setelah puas perjalanan pun kita lanjutkan kembali jalanan becek kita lewati dengan terpeleset puluhan kali. Beberapa teman perempuan kami pun kelelahan dan butuh istirahat lebih lama karena belum ada pengalaman pendakian sama sekali. Iqbal a.k.a. ipung siap menjaga barisan belakang dan Namron sebagai pembuka jalan. Berjam-jam telah kita lewati sampailah kita di Puncak Bayangan dan segera Iqbal, Namron dan Aji saling bantu mendirikan tenda sedang yang lainnya nampak kelelahan tertidur dengan alas rumput hijau. Tiga tenda pun telah kita dirikan dan segera kami laksanakan ISHOMA.
1 Januari 2014 pukul menunjukkan pukul 07.00 WIB karena istirahat yang terlalu lama dan masak yang terlalu lama, Iqbal, Namron, Ees, dan Widya pun berangkat dari puncak bayangan menuju puncak gunung Penanggungan dengan berbekal doa, tekat, makanan dan minuman ringan. Pendakian yang dirintangi dengan kemiringan 70-85 derajat disertai dengan kabut dan batu-batu tajam.
Alhamdulillah!!! Allahhuakbar!!! pukul 08.00 WIB kita pun sampai dimana Namron dan Ees beserta pendaki dari Bandung sampai terlebih dahulu dan memberikan sambutan ucapan selamat dan pelukan hangat kepada Iqbal dan Widya, tak lupa Iqbal melakukan sujud syukur di atas Puncak Gunung Penanggungan 1653 Mdpl.
Kita pun berfoto dan menikati keindahan kabut (lhadalah, emane rek!!!).
Setelah puas kami pun turun bersama-sama dibarengi dengan kabut yang berair sehingga membuat kami basah kuyup, beruntunglah perlengkapan si Iqbal disertai dengan jas ujan yang membuatnya bertahan dari serangan air hujan kabut. Diperjalanan kami turun datanglah sesosok Hobbit yang sedang mendaki dan kami tawarkan untuk turun bersama karena usahanya sudah bagus tidak usah diteruskan :P akan tetapi Hobbit terus melanjutkan perjalanannya.
Tepat pukul 11.00 WIB kami pun sampai di tenda dimana tenda kami tadi yang berdiri 3 buah hanya tersisa 1 buah dikarenakan terjadi badai angin dan hujan yang menerbangkan ke 2 tenda kami sehingga teman kami Aji, Mbleh, yang bertugas menjaga tenda dan Namron menutup tenda tersebut. Dan teman kami Roni dan Uly telah pulang terlebih dahulu disusul dengan Namron dan Widya karena ada acara di Surabaya yang harus mereka selesaikan terlebih dahulu. Pukul 13.00 WIB kami pun turun tidak lupa mengambil foto-foto terakhir dan sampah kami di puncak bayangan.
Pukul 15.00 WIB Aji dan Iqbal sampai terlebih dahulu disusul sejam kemudian oleh Mbleh, Ees, dan Hobbit.
Sungguh perjalanan yang penuh cerita duka dan suka kita lalui bersama, menegangkan, berbagi makanan dan minuman, saling bantu menjaga dan memotivasi, dengan kawan tercinta demi selangkah mendekatkan diri dengan sang pencipta, dan menggapai sang saka merah putih di puncak tertinggi, serta berjanji akan selalu mencintai tanah air Indonesia dengan segenap jiwa dan raga hingga tutup usia. Semoga kita dapat lebih mensyukuri, menghargai dan menjaga alam semesta ciptaan Tuhan. Sekian dan terima kasih!!!
Alhamdulillah!!! Allahhuakbar!!! pukul 08.00 WIB kita pun sampai dimana Namron dan Ees beserta pendaki dari Bandung sampai terlebih dahulu dan memberikan sambutan ucapan selamat dan pelukan hangat kepada Iqbal dan Widya, tak lupa Iqbal melakukan sujud syukur di atas Puncak Gunung Penanggungan 1653 Mdpl.
Kita pun berfoto dan menikati keindahan kabut (lhadalah, emane rek!!!).
Setelah puas kami pun turun bersama-sama dibarengi dengan kabut yang berair sehingga membuat kami basah kuyup, beruntunglah perlengkapan si Iqbal disertai dengan jas ujan yang membuatnya bertahan dari serangan air hujan kabut. Diperjalanan kami turun datanglah sesosok Hobbit yang sedang mendaki dan kami tawarkan untuk turun bersama karena usahanya sudah bagus tidak usah diteruskan :P akan tetapi Hobbit terus melanjutkan perjalanannya.
Tepat pukul 11.00 WIB kami pun sampai di tenda dimana tenda kami tadi yang berdiri 3 buah hanya tersisa 1 buah dikarenakan terjadi badai angin dan hujan yang menerbangkan ke 2 tenda kami sehingga teman kami Aji, Mbleh, yang bertugas menjaga tenda dan Namron menutup tenda tersebut. Dan teman kami Roni dan Uly telah pulang terlebih dahulu disusul dengan Namron dan Widya karena ada acara di Surabaya yang harus mereka selesaikan terlebih dahulu. Pukul 13.00 WIB kami pun turun tidak lupa mengambil foto-foto terakhir dan sampah kami di puncak bayangan.
Pukul 15.00 WIB Aji dan Iqbal sampai terlebih dahulu disusul sejam kemudian oleh Mbleh, Ees, dan Hobbit.
Sungguh perjalanan yang penuh cerita duka dan suka kita lalui bersama, menegangkan, berbagi makanan dan minuman, saling bantu menjaga dan memotivasi, dengan kawan tercinta demi selangkah mendekatkan diri dengan sang pencipta, dan menggapai sang saka merah putih di puncak tertinggi, serta berjanji akan selalu mencintai tanah air Indonesia dengan segenap jiwa dan raga hingga tutup usia. Semoga kita dapat lebih mensyukuri, menghargai dan menjaga alam semesta ciptaan Tuhan. Sekian dan terima kasih!!!


